Tugas M11 : Manajemen hubungan pelanggan dan Manajemen hubungan pemasok
Manajemen hubungan pelanggan
Manajemen hubungan pelanggan adalah proses untuk menciptakan
hubungan antara perusahaan dengan pelanggan individu untuk agar meningkatkan hasil
bisnis yang lebih maksimal. Pada penelitian yang dilakukan oleh Hesti (2009) menunjukkan
bahwa variabel manajemen hubungan pelanggan berpengaruh signifikan positif terhadap
variabel kepuasan pelanggan.
H1 : Manajemen hubungan pelanggan berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan
pelanggan.
Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan
Tjiptono (2002:59) “menyatakan bahwa service quality adalah pemenuhan kebutuhan
dan keinginan pelanggan serta ketepatan penyampaiannya untuk mengimbangi harapan
pelanggan”. Dengan demikian, ada dua faktor utama yang mempengaruhi kualitas jasa
yaitu jasa yang diharapkan (expected service) dan jasa yang dirasakan/dipersepsikan
(perceived service). Pada penelitian yang dilakukan oleh Ari (2012) menunjukkan bahwa
kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan.
H2 : Kualitas pelayanan berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pelanggan.
Pengaruh kualitas pengalaman terhadap kepuasan pelanggan
Hollyoake (2009) menjelaskan bahwa customer experience adalah tentang bagaimana
perusahaan memahami ekspektasi pelanggan akan experience pada setiap kontak pada
semua tingkatan ketika hubungan bisnis terbangun. Pada penelitian yang dilakukan oleh
Hatane dan Diah (2013) kualitas pengalaman berpengaruh signifikan positif terhadap
kepuasan pelanggan.
H3 : Kualitas pengalaman berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pelanggan.
Pengaruh Kepuasan Pelanggan terhadap loyalitas pelanggan
Kepuasan pelanggan dapat menjadi dasar menuju terwujudnya konsumen yang
loyal atau setia.Philip Kotler (1997) mengemukakan bahwa kepuasan konsumen adalah
tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakan dibandingkan dengan harapan. Pada penelitian yang dilakukan oleh Inggil (2013) kepuasan
pelanggan berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan.
H4 : Kepuasan pelanggan berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas pelanggan.
Pengaruh manajemen hubungan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan
Gordon (2002) manajemen hubungan pelanggan adalah proses untuk menciptakan
hubungan antara perusahaan dengan pelanggan individu untuk agar menigkatkan hasil
bisnis yang lebih maksimal.
Pada penelitian yang dilakukan oleh Kartika dan Kezia (2011) menujukan manajemen
hubungan pelanggan berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan.
H5 : Manajemen hubungan pelanggan berpengaruh positif signifikan terhadap Loyalitas
Pelanggan.
Pengaruh kualitas pengalaman terhadap loyalitas pelanggan
Kualitas pengalaman pelanggan merupakan kesan yang timbul dari konsumen yang
telah menggunakan produk jasa yang dirasakan ketika berinteraksi dengan perusahaan ,
dimana setelah para konsumen telah merasakan dari perusahaan mereka sudah tidak
sungkan lagi untuk tetap menggunakan produk/jasa dari perusahaan tersebut , dengan hal
ini tentunya akan membentuk loyalitas dari pelangganya. Pada penelitian yang dilakukan
oleh Rini, Erma Sulistyo (2016) menunjukkan bahwa Experience quality berpengaruh positif
terhadap loyalitas nasabah.
H7 : Kualitas pengalaman berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas pelanggan.
Manajemen hubungan pemasok
Tujuan penerapan manajemen pengadaan strategis tidak akan terbatas hanya pada perolehan barang dan jasa; itu harus menjaga keberlanjutan dan hubungan dengan pemasok Anda baik untuk pemasok utama atau dasar. Memahami pasar pasokan adalah target pengadaan untuk mengidentifikasi pemasok utama yang dapat meningkatkan produksi perusahaan dan berkontribusi dalam program inovasi mereka baik untuk pelanggan tetap mereka yang menjual barang / proyek baru atau keduanya.
Berurusan dengan ribuan pemasok secara lokal atau global secara efisien membutuhkan manajemen independen sehingga Kami membantu perusahaan untuk meningkatkan divisi pengadaan mereka menjadi Manajemen Hubungan Pemasok. Karena Bpk. Sami bin Ghanem memiliki perspektif SRM yang berbeda, ia percaya bahwa SRM adalah generasi pengadaan baru dan harus ditetapkan sebagai Entitas dan tidak boleh dianggap sebagai alat.
Manajemen Pemasok Supply Chain Management. Manajemen pemasok / rantai pasok adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk mencapai pengintegrasian yang efisien dari supplier, manufacturer, distributor, retailer, dan customer.
“Ini adalah tindakan sistematis dan proses manajemen yang dijalankan oleh Perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasokannya melalui interaksi Perusahaan dengan pemasok rahasia berdasarkan pada basis data pemasoknya.”
Dikembangkan oleh Bpk. Sami Bin Ghanem
Definisi tersebut di atas menggambarkan bahwa semua hubungan yang akan dibangun dengan pemasok harus ditentukan dalam klasifikasi untuk membedakan tingkat harapan dari masing-masing pemasok tentang apa yang akan berkontribusi pada strategi Perusahaan dari pasokan reguler dari apa yang sebenarnya diperlukan untuk pasokan signifikan di mana pemasok memang menambah nilai dalam berbagai perspektif terutama di mana itu berdampak pada strategi Perusahaan.
Hubungan ini harus sesuai dengan tindakan manajemen Perusahaan yang dijalankan dari fungsi-fungsi khusus di seluruh Perusahaan, di bawah manajemen SRM, yang telah menetapkan peran, tanggung jawab, dan keahlian personel untuk merencanakan ke depan dengan strategi yang tepat untuk setiap jenis pemasok baik kunci maupun dasar untuk melakukan bisnis dengan.
SRM tidak hanya berfokus pada pemasok utama daripada siklus lengkap keterlibatan pemasok, terdaftar dalam basis data pemasok, sepanjang waktu selama mereka memiliki bisnis atau bisnis potensial dengan Enterprise.
Sumber : https://journal.umy.ac.id/index.php/mb/article/view/5797/4056 https://ocw.upj.ac.id/files/Slide-INF403-Pertemuan-13-Manajemen-Pemasok.pptx https://procurementexzellenz.com/id/manajemen-hubungan-pemasok-srm/
Komentar
Posting Komentar