TUGAS M6 : MODEL BISNIS
Model bisnis juga adalah gambaran mengenai bagaimana usaha atau bisnis yang akan Anda lakukan. Lingkup product design hingga strategi marketing tiap business model berbeda satu sama lainnya.
Seringkali pemahaman tentang apa itu model bisnis tumpang tindih dengan pengertian business plan. Keduanya adalah hal yang berbeda. Business model adalah dasar atau gambaran bentuk usaha. Sedangkan business plan adalah perencanaan operasional usaha kedepannya seperti apa.
Dalam makalah kerja yang diterbitkan Harvard Business School, Casadesus-Masanell dan Heilbron mendefinisikan model bisnis secara bertingkat. Pertama, mereka menggambarkan “bisnis” sebagai aktivitas manusia dalam pengaturan pasar yang kompetitif. Hal ini dicirikan oleh adanya pertukaran barang dan jasa dengan uang.
Kata “bisnis” ini menurut Casadesus-Masanell dan Heilbron juga mengacu pada kumpulan orang yang nyata. Bisnis mencakup adanya keputusan, sumber daya, bangunan, produk, nilai, tindakan, dan hal-hal esensial lainnya.
Secara utuh, Ramon Casadesus-Masanell dan John Heilbron mendefinisikan model bisnis sebagai proses penentuan yang diperlukan untuk menyampaikan penawaran dan membaginya secara luas ke dalam suatu kebijakan. Secara singkat, model bisnis adalah suatu struktur otoritas yang mampu membuat orang-orang untuk tunduk pada kesepakatan itu.
Jika dilihat dari segi aspek, maka model bisnis dalam perusahaan memiliki dua aspek. Pertama, adalah konstitusi internal yang berupa kekuatan yang dimiliki perusahaan atas para pegawainya. Kekuatan ini yang nantinya dapat memberi perusahaan kemampuan untuk mengkoordinasikan para pegawai untuk kegiatan produktif.
Kedua, adalah aspek eksternal yang merupakan interaksi antara perusahaan dengan agen lain di pasar bebas. Berbeda dengan aspek internal, dalam aspek eksternal ini perusahaan tak memiliki kekuatan mutlak. Hal ini membuat perusahaan harus membeli atau menjual sumber daya dan produk semenarik mungkin untuk kepentingan pihak lain (klien/konsumen).
Melalui pasar bebas, perusahaan akan mulai membangun otoritas untuk selanjutnya dapat menentukan pihak mana yang berinteraksi dengan perusahaan tersebut. Model bisnis secara langsung akan membuat batas-batas tertentu atas tatanan produksi dalam perusahaan dan pangsa pasarnya sendiri.
Model Bisnis Kanvas (Business Model Canvas)
Selain business model, dikenal juga istilah BMC atau business model canvas. Seperti namanya, canvas adalah alat untuk menuangkan ide seorang pelukis. Maka definisi model bisnis kanvas adalah alat dimana Anda bisa memvisualisasikan rencana bisnis dengan mudah dan terstruktur. Sehingga, pembacaannya bisa lebih mudah dimengerti.
Jenis Model Bisnis
Sebagai awam dalam dunia usaha, mungkin Anda hanya tahu beberapa model usaha yang sering muncul ke tengah permukaaan. Namun ternyata jenis model bisnis adalah lingkup yang sangat luas. Berikut ini beberapa jenisnya yang dibagi ke dalam beberapa kategori.
Berdasarkan Proses Produksi
Menentukan model usaha bisa Anda tinjau dari proses produksi yang dilakukan selama bisnis berjalan. Berikut ini adalah beberapa contohnya.
1. Distributor
Sebagai distributor, tentu Anda sebagai pelaku bisnis tidak perlu memproduksi bahan mentah menjadi barang jadi. Perusahaan distribusi Anda hanya perlu menjalin kerjasama dengan pemasok barang jadi atau perusahaan manufaktur.
2. Manufaktur
Berbeda dengan distributor, menjadi perusahaan manufaktur berarti melibatkan diri Anda dalam proses produksi barang secara langsung. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah kemudahan akses ke pemasok bahan baku.
Setelah itu, proses produksi dilakukan perusahaan Anda sendiri. Akhirnya, barang jadi bisa Anda jual secara langsung maupun tidak langsung kepada konsumen.
3. Franchise
Waralaba atau franchise adalah salah satu business model yang populer. Sebagai pelaku, Anda tidak perlu ‘membuka bisnis dari awal.’ Karena sistem kerja model yang satu ini adalah dengan menjalin kerjasama bersama sebuah perusahaan yang sudah memiliki brand terlebih dahulu.
4. Retail
Sebagai penyambung titik antara perusahaan manufaktur dan distributor, maka model bisnis retail berdiri untuk menyajikan produk langsung kepada konsumen. Model bisnis retail atau eceran umumnya bergerak pada persediaan produk melalui gerai-gerai atau toko-toko.
Perusahaan dengan model bisnis retail membeli produk langsung dari distributor atau grosir untuk kemudian menjualnya kepada publik. Model bisnis ini biasanya berupa toko, gerai minimarket, dan department store. Perusahaan retail umumnya memiliki rantai bisnis skala luas, baik tiap regional, nasional, hingga internasional.
Perusahaan retail biasanya memakai lokasi fisik untuk menawarkan produknya. Namun belakangan, perusahaan retail juga sudah memakai ranah daring sebagai lokasi pemasarannya. Contoh model bisnis jenis ini amat mudah dijumpai seperti Indomaret, Hero, Alfamart, Carrefour, Guardian, dan lain sebagainya.
5. Subscription (Berlangganan)Model bisnis subscription (berlangganan) diterapkan untuk bisnis berbasis daring. Model bisnis jenis ini diterapkan dengan cara pembayaran berulang setiap bulan dengan jangka waktu tertentu untuk dapat mengakses ke layanan atau produk. Perusahaan dengan model bisnis ini dapat mengirimkan produknya secara langsung lewat aplikasi. Contoh dari model bisnis jenis ini adalah Netflix, Spotify, dan berbagai usaha daring berbasis aplikasi yang menerapkan sistem langganan berbayar.
6. Crowdsourcing
Model bisnis crowdsourcing adalah usaha yang melibatkan penerimaan informasi atau pekerjaan dari banyak orang berbeda. Umumnya, model usaha ini berbasis pada internet atau media sosial. Jenis usaha dengan model bisnis ini memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan jaringan luas dan mengumpulkan bakat atau pengetahuan tanpa harus mempekerjakan karyawan.
Aplikasi-aplikasi yang bersifat real time seperti pelaporan lalu lintas, kecelakaan, dan lainnya bisa menjadi contoh dari model bisnis ini. Beberapa situs global seperti Wikipedia, IMDb, dan YouTube juga menggunakan model bisnis ini, meski di sisi lain YouTube juga memakai model bisnis beragam.
7. Marketplace
Model bisnis marketplace adalah penyediaan platform di mana para vendor dapat berkumpul untuk menjual produk atau layanan mereka kepada pelanggan yang telah melalui proses kurator.
Peran perusahaan dengan model bisnis marketplace adalah mempertemukan atau menyatukan vendor dengan pelanggan yang tepat. Perusahaan dengan model bisnis ini umumnya menggunakan situs daring di dunia maya untuk menjadi pihak ketiga dengan menyediakan fitur jual-beli serta fasilitas transaksi yang aman.
Model bisnis marketplace secara umum adalah usaha yang menyediakan diri sebagai perantara. Contoh dari model bisnis ini di Indonesia dapat ditemui pada perusahaan-perusahaan seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan lain-lain.
8. Dropship
Model bisnis dropshipping dapat diartikan sebagai metode pemenuhan ritel di mana toko tidak menyimpan stok produk yang dijualnya. Proses dari usaha dengan model bisnis ini adalah sebuah toko menjual produk dengan membeli barang dari pihak ketiga lalu mengirimkannya langsung ke pelanggan.
Jika dipahami secara seksama, model bisnis jenis ini hampir sama dengan metode reselling. Sebab, keuntungan pemilik usaha dropshipping didapat dari selisih harga beli dari supplier dan harga jual ke konsumen. Bedanya hanyalah pada tidak adanya tempat untuk menampung barang yang dibeli oleh pelanggan. Keuntungan dari model bisnis ini adalah dapat dilakukan dengan modal dan risiko yang minimalis.
9. Data Selling
Model bisnis dengan data selling atau penjualan data adalah bisnis penjualan data sebagai layanan. Hal ini akrab disebut dengan Data as Service, di mana pelanggan membayar untuk data apa yang mereka gunakan dengan komitmen terbatas dan penetapan harga variatif.
Model bisnis jenis ini dapat dilakukan dengan model berlangganan, sekali pakai, atau per kepala. Bisnis jenis ini dapat dilakukan dengan menjual data pada perusahaan tertentu yang memerlukan data sebagai potensi pasar. Data yang diambil dapat berasal dari yang ada di dunia maya sebagai basis data.
10. Affiliate marketing
Model bisnis affiliate marketing adalah model bisnis yang dilakukan dengan pelibatan afiliasi untuk memperoleh komisi dengan promosi produk atau layanan oleh pengiklan. Model bisnis ini berbasis pada monetisasi di mana para mitra afiliasi akan diberi imbalan pembayaran karena memberikan hasil tertentu kepada pengiklan.
Jadi, seorang mitra afiliasi akan dibayar jika ada orang yang membeli produk yang telah ia promosikan melalui sebuah tautan (link) dalam beberapa situs daring. Model bisnis ini dapat dilakukan dengan adanya konten-konten promosi yang umumnya dilakukan dengan review. Pembuatan review yang semenarik mungkin akan menentukan capaian produk kepada konsumen.
Manfaat Model Bisnis
Tiap usaha atau bisnis memiliki acuan tegas dalam menumbuhkan produktivitasnya. Tak cuma itu, setiap bisnis setidaknya memiliki satu model bisnis yang kuat untuk dapat terus bertahan dan bertumbuh dalam persaingan pasar.
Menurut David Ingram dari Chron model bisnis diperlukan untuk perencanaan usaha dalam mendapat keuntungan. Model bisnis juga dapat dikategorikan sebagai permodelan keuntungan untuk membantu dan memastikan perusahaan terus beroperasi. Selebihnya, model bisnis yang inovatif dan andal dalam bertahan akan menarik investor.
Manfaat model bisnis yang utama adalah dapat menentukan keunggulan yang kompetitif. Keuntungan ini menjadi signifikan karena model bisnis yang solid akan unggul dibanding perusahaan dengan model bisnis tak jelas. Penerapan model bisnis yang unik juga akan meningkatkan reputasi perusahaan di pasar.
Manfaat kedua dari model bisnis adalah lebih mudah membuat perencanaan untuk pertumbuhan. Sebuah perusahaan dapat bertahan ketika dapat mencapai titik ekuilibrium tiap bulannya. Meski begitu, perusahan juga harus bergantung pada pembiayaan utang untuk urusan ekspansi usaha. Model bisnis yang solid dan konsisten akan dapat membangun cadangan kas lewat investasi properti, peralatan, dan urusan penelitian serta pengembangan terbaru.
Setelah matangnya perencanaan yang bertumpu pada model bisnis, maka manfaat yang dapat diambil selanjutnya adalah keberlanjutan finansial. Model bisnis yang kuat dapat menjamin keberlanjutan finansial saat menghadapi fluktuasi ekonomi atau perubahan kondisi pasar. Hal ini disebabkan karena model bisnis yang kuat menuntut relevansi manajemen keuangan untuk mengikuti besaran keuntungan.
Keuntungan lain dari model bisnis adalah datangnya pemberi pinjaman atau investor, Bagi sebuah usaha yang hendak melakukan ekspansi atau mengembangkan inovasi produknya, peran investor menjadi amat penting. Investor akan datang dikarenakan perencanaan usaha, keuntungan, dan pengalaman dari sebuah usaha dengan model bisnis yang kuat.
Dari sisi persaingan pasar, model bisnis yang kuat akan secara signifikan dapat unggul dari perusahaan lain di industri serupa. Reputasi perusahaan yang baik di dunia pasar akan menciptakan konsumen dengan loyalitas tinggi. Kepercayaan konsumen yang tinggi ini nantinya akan menjadi pendorong berkembangnya produk di pasaran.
Sumber : https://www.info.populix.co/post/model-bisnis dan https://www.ekrut.com/media/model-bisnis
Komentar
Posting Komentar